SIARAN PERS NO. 313/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2026
Kapuas – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sebagai langkah nyata menghadapi maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di ruang digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, Menko Djamari menekankan pentingnya budaya memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memberikan dampak negatif, terutama bagi generasi muda yang rentan terpapar berbagai narasi menyesatkan.
“Apabila hoaks, disinformasi, dan fitnah ini dibiarkan, maka anak-anak kita, generasi muda, pikirannya hanya akan dipenuhi hal-hal tersebut sehingga mereka menjadi pesimis melihat bangsa ini,” ujar Menko Djamari.
Ia menilai pemerintah, termasuk pemerintah daerah, memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, faktual, dan mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, ruang digital dapat dipenuhi konten yang edukatif dan membangun optimisme.
“Ruang digital harus kita isi dengan informasi-informasi yang benar. Pemerintah daerah harus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh Forkopimda harus kompak. Jangan sampai karena kurangnya informasi, ruang digital justru dipenuhi fitnah dan kebencian,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menko Djamari juga memperkenalkan buku Presiden Solusi: Arah Kebijakan Strategis Pemerintah yang mengusung konsep Problem Solving Government. Buku itu memuat 108 persoalan strategis nasional beserta langkah-langkah penyelesaiannya sebagai acuan bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah merupakan modal utama dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kami yakin, dengan semangat gotong royong, kita akan mampu mengatasi berbagai tantangan, seberat apa pun,” ujar Agustiar.
Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Pangdam XX/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Kabinda Kalimantan Tengah Marsma TNI Muhammad Nur, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.
Sumber : Humas Kemenko Polkam RI
Redaksi
