GARUT, 28 MEI 2026 – Kabar menghilangnya seorang wanita muda bernama Sari (22) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjadi perhatian publik dan aparat kepolisian. Ia diketahui pergi meninggalkan tempat tinggalnya sejak Selasa, 26 Mei 2026, dan hingga saat ini belum kembali serta belum ada kabar mengenai keberadaannya.
Berdasarkan laporan yang tercatat di Polres Garut, Sari lahir di Garut pada tanggal 20 Oktober 2003, beralamat di Kampung Taraju Sasak, Rt/Rw 002/005, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Ia memiliki ciri fisik tinggi badan sekitar 155 cm, berambut lurus panjang, bermata hitam, berkulit sawo matang, dan memiliki tanda istimewa berupa tahi lalat di sebelah mata bagian kanan.
Menurut keterangan yang diperoleh, pada hari kejadian, Sari berangkat dari kontrakan tempat tinggalnya di Kampung Cempaka, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ia berjalan menuju arah Jalan Raya Cikajang–Garut dengan mengenakan pakaian berupa baju panjang berwarna hitam, celana jeans biru, serta kerudung hitam. Ia juga diketahui membawa tas punggung berwarna merah.
Yang menjadi perhatian, sebelum berangkat ia sempat menyampaikan izin kepada suaminya, Sdr. Yogi Iskandar, namun tidak menyebutkan tujuan pasti maupun lama kepergiannya. Sejak saat itu, suami dan keluarga tidak lagi mendapatkan kabar atau tanda-tanda keberadaannya, sehingga akhirnya melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Pihak kepolisian Polres Garut telah menerima laporan tersebut dan terus melakukan upaya penelusuran, namun hingga berita ini diturunkan keberadaan Sari belum berhasil ditemukan. Polisi bersama keluarga memohon bantuan seluruh lapisan masyarakat yang mungkin melihat atau mengetahui keberadaannya, untuk segera menghubungi nomor pelapor di 0856-9707-4493 atau nomor layanan langsung Kapolres Garut di 0811-1340-4040.
Keluarga berharap agar Sari segera kembali ke rumah dalam keadaan selamat, dan meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaannya untuk tidak ragu menyampaikannya demi kepastian dan keselamatan bersama.
(Redaksi)
