BIN NUSANTARA JAKARTA – Isu hukum yang menyeret nama Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi di lingkungan Bea Cukai tak membuatnya gentar. Utusan Khusus Presiden ini menegaskan pendiriannya tetap kokoh mengemban amanah di Kabinet Prabowo-Gibran, dan menepis segala desakan agar ia mengundurkan diri dari jajaran pemerintahan.
Dalam pernyataannya pada Minggu (14/6/2026), Raffi menyatakan bahwa posisinya masih sah dan ia berhak melaksanakan tugas negara sampai detik Presiden Prabowo Subianto sendiri yang meminta atau memberhentikannya secara resmi. Baginya, isu dan sorotan yang datang hanyalah bagian dari perjalanan pengabdian yang sudah ia pertimbangkan matang‑matang sejak awal.
“Satu hal yang pasti, saya tidak akan mundur. Selama Bapak Presiden belum memberhentikan saya, saya tetap di sini, menjaga amanah dan menjalankan tugas sebaik mungkin. Berbagai kabar atau isu yang beredar, itu sudah menjadi risiko yang saya tahu dan saya terima saat memilih jalan ini,” ujar Raffi dengan tenang.
Pria yang dikenal publik sebagai pengusaha dan seniman ini menyadari betul bahwa masuk ke lingkaran pemerintahan berarti membuka diri terhadap sorotan tajam, kritik, hingga tuduhan. Namanya sempat mengemuka dalam penyidikan kasus suap yang melibatkan oknum Bea Cukai, namun Raffi memilih tak larut dalam pembelaan berlebihan, melainkan tetap berpegang pada prinsip kebenaran dan proses hukum yang berlaku.
“Hidup itu soal pilihan. Saat saya memutuskan mendedikasikan diri untuk bangsa, saya sudah tahu konsekuensinya apa saja. Mulai dari A sampai Z, risiko dan tantangannya sudah saya petakan. Jadi, apa yang terjadi sekarang bukan hal yang mengejutkan bagi saya,” ungkapnya.
Raffi menegaskan, selama hatinya yakin tidak berbuat salah dan masih diberikan kepercayaan, ia akan terus melangkah maju dengan keberanian. Tuduhan atau isu miring dianggapnya sebagai ujian sekaligus pembelajaran dalam bertugas, bukan alasan untuk berhenti atau mundur.
“Prinsip saya sederhana: kalau saya merasa tidak salah, kenapa harus takut? Kenapa harus menghindar? Saya justru jadikan ini pengalaman agar lebih kuat. Fokus saya hanya satu: mengabdi, bekerja, dan membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan tidak sia‑sia,” tegasnya.
Kini, Raffi Ahmad tetap menjalankan jadwal kerjanya sebagai Utusan Khusus Presiden. Ia berharap proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian dapat mengungkap fakta yang sebenarnya, sehingga segala keraguan publik perlahan hilang dan ia bisa kembali fokus penuh pada tugas utamanya membangun bangsa.
(Tim Redaksi)
