KUKAR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan lahan di Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (28/8/2026).
Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WITA. Api membakar semak belukar, ilalang serta ranting-ranting kering yang berada di kawasan tersebut.
Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi cepat merambat dan meluas. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo bersama delapan personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Pemadaman turut melibatkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Kutai Kartanegara, Unit Inafis, serta puluhan relawan pemadam kebakaran dari Kecamatan Sebulu dan Tenggarong.
Sejumlah kendaraan dan peralatan pemadam juga dikerahkan, di antaranya truk pemadam kebakaran, kendaraan URC Satreskrim, kendaraan Inafis dan kendaraan patroli Polsek Sebulu.
Tim gabungan berjibaku memadamkan api di sejumlah titik sekaligus membuat upaya pencegahan agar kobaran tidak merambat ke area lainnya. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi lahan dipenuhi semak belukar dan material yang mudah terbakar.
Setelah dilakukan pemadaman selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.30 WITA. Petugas kemudian melanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih menyala.
Dalam pemeriksaan lokasi, Tim Inafis Satreskrim Polres Kutai Kartanegara menemukan empat buah obor serta satu jerigen berisi air.
Berdasarkan keterangan awal Unit Inafis, empat obor tersebut diketahui telah lama berada di kawasan tersebut. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, kepolisian belum menyimpulkan bahwa temuan obor tersebut berkaitan dengan terjadinya kebakaran. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api dan faktor yang menyebabkan terjadinya Karhutla.
Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Menurutnya, pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah setempat, relawan hingga masyarakat.
Dengan keterlibatan bersama, potensi kebakaran lahan di wilayah Sebulu diharapkan dapat ditekan dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Red
