Pandangan Strategis: Restrukturisasi Pelayanan Haji, Kualitas Pendidikan, hingga Penyesalan Kesejahteraan Guru
JAKARTA, 30 SEPTEMBER 2026 — Tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia memerlukan perubahan makro yang lebih adaptif dan visioner. Hal tersebut ditegaskan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., saat berbincang hangat dalam program Podcast EdShareOn yang dipandu oleh Eddy Wijaya.
Sebagai negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, Muhadjir menilai Indonesia membutuhkan lompatan sistem yang jauh lebih kokoh. Dinamika serta kebutuhan jemaah yang kian kompleks dari tahun ke tahun menuntut restrukturisasi manajemen pelayanan yang lebih responsif. Di hadapan pemandu acara, mantan Menteri Agama ad interim ini memaparkan urgensi penguatan sistem perlindungan jemaah. Indonesia harus bergerak cepat mempersiapkan manajemen yang lebih baik guna mengantisipasi tantangan kebutuhan jemaah di masa mendatang.
Mengupas Kualitas Pendidikan dan Nasib Guru
Tidak hanya urusan haji, rekam jejak Muhadjir sebagai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016–2019 juga dikupas tuntas. Ia membagikan pandangan penting mengenai kualitas pendidikan nasional serta ancaman bonus demografi jika tidak dikelola secara tepat.
Secara terbuka, Muhadjir menyampaikan penyesalannya karena belum mampu mendongkrak kesejahteraan para guru secara optimal selama masa jabatannya. Baginya, peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik tetap menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
Saksikan Perbincangan Lengkapnya
Melalui ruang diskusi informatif di Podcast EdShareOn, perbincangan ini memberikan gambaran jelas bagaimana kebijakan publik di level tertinggi dirumuskan dan dievaluasi. Simak wawancara selengkapnya melalui kanal YouTube resmi Podcast EdShareOn — Eddy Sharing and Discussion.
(Red)
