Kolaborasi Data & Teknologi Bikin Jaringan Peredaran Lintas Provinsi Tak Berkutik
PALEMBANG, 25 JUNI 2026 – Ancaman masuknya ribuan butir pil ekstasi ke wilayah Sumatera Selatan berhasil diredam kepolisian. Polda Sumsel lewat operasi terpadu sukses menggagalkan rencana penyelundupan barang haram tersebut yang diduga akan disebar ke sejumlah daerah di provinsi ini. Dua orang yang diduga berperan sebagai kurir turut diamankan lengkap dengan barang bukti dan kendaraan pengangkut yang digunakan.(24/6)
Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi kuat antara Direktorat Reserse Narkoba dan Tim IT Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sumsel. Gabungan tim memanfaatkan data akurat serta dukungan teknologi untuk memantau pergerakan jaringan yang beroperasi lintas provinsi, hingga akhirnya bisa menentukan titik pengamanan yang tepat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan setelah tim mendapatkan informasi valid terkait pengiriman barang narkotika. Pemantauan dilakukan sejak sasaran bergerak dari luar wilayah, hingga akhirnya masuk ke jalur masuk Sumatera Selatan.
“Begitu kendaraan yang kami duga terdeteksi masuk wilayah hukum kami, tim langsung kawal ketat. Kami hentikan kendaraan itu di lokasi yang sudah disiapkan, lalu amankan keduanya beserta seluruh barang bukti yang ada di dalam kendaraan,” ungkap Kombes Yulian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, barang bukti berupa ribuan butir pil ekstasi tersebut ternyata sudah dikemas sedemikian rupa agar aman dari pengecekan rutin. Modus pengiriman lintas provinsi kerap dipakai jaringan besar untuk memperluas jangkauan pasar ke daerah-daerah.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa operasi ini adalah bukti keseriusan kepolisian menjaga perbatasan dan jalur distribusi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan yang berindikasi peredaran atau penyalahgunaan narkoba.
“Peran masyarakat sangat kami harapkan. Segera berikan informasi kepada kepolisian jika melihat hal-hal yang tidak wajar di lingkungan sekitar. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita bisa memutus rantai peredaran narkotika sampai ke akar-akarnya,” tegas Kombes Nandang.
Kini kedua tersangka dan barang bukti telah dibawa ke markas Polda Sumsel untuk menjalani serangkaian proses hukum. Penyidik masih mendalami kasus ini guna mengungkap siapa saja aktor utama di balik pengiriman barang haram tersebut.
(red)
