Jati Diri Budaya: Kekuatan Utama Indonesia Hadapi Arus Global
JAKARTA, 23 JUNI 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, nilai‑nilai budaya bangsa menghadapi risiko tergerus. Padahal, budaya adalah jati diri kita, perekat keberagaman, dan pondasi utama bernegara. Menurut Oki Prasetiawan, menjunjung tinggi budaya bukan sekadar soal melestarikan tradisi, melainkan syarat mutlak untuk menjaga karakter bangsa, mempersatukan rakyat, dan menjamin kedaulatan negara tetap terjaga.
“Nilai budaya adalah nyawa bangsa. Tanpa itu, kita kehilangan arah dan mudah terbawa arus asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian kita,” tegas Oki.
ILMU PEMERINTAHAN: BUDAYA SUMBER KEKUATAN NEGARA
Wibawa dan kekuatan negara sangat bergantung pada kesesuaian kebijakan pemerintah dengan nilai dan norma yang hidup di masyarakat. Jika pemerintahan mengabaikan akar budaya, kepercayaan rakyat akan menurun. Sebagai bangsa yang sangat beragam, budaya adalah satu‑satunya perekat yang paling kuat.
“Pemerintahan yang hebat adalah yang mampu mengakomodasi kearifan lokal. Tanpa landasan budaya, persatuan nasional berada dalam bahaya,” ujar Oki.
ADMINISTRASI PUBLIK: BUDAYA DASAR TATA KELOLA YANG BAIK
Nilai‑nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, dan musyawarah harus menjadi pedoman moral dalam birokrasi dan pelayanan. Bagi Oki, penerapan nilai budaya adalah cara ampuh mencegah penyimpangan dan korupsi.
“Pelayanan publik yang berakar pada kearifan lokal akan lebih mudah diterima masyarakat dan mempercepat pembangunan. Ini adalah keunggulan kita yang tidak dimiliki bangsa lain,” jelasnya.
ASPEK HUKUM: KESELARASAN ATURAN DAN NILAI MASYARAKAT
Hukum hanya akan ditaati jika selaras dengan rasa keadilan dan nilai kehidupan masyarakat. Hukum yang lepas dari budaya ibarat pohon tanpa akar; terlihat ada, tapi mudah roboh saat diuji.
“Penegakan hukum harus tetap berlandaskan jati diri bangsa, bukan sekadar meniru sistem asing mentah‑mentah tanpa penyesuaian,” papar Oki.
DAMPAK EKONOMI: BUDAYA SEBAGAI ASET KEKAYAAN BESAR
Budaya adalah modal ekonomi raksasa lewat sektor pariwisata dan industri kreatif. Selain itu, nilai etika seperti kejujuran dan kerja keras menciptakan iklim usaha yang sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi.
“Bangsa yang berbudaya kuat akan memiliki nama baik di mata dunia. Ini memudahkan kerja sama internasional dan membuka jalan kemajuan ekonomi,” tambahnya.
TANTANGAN DAN PERAN PENTING GENERASI MUDA
Masuknya budaya asing menuntut kita pandai menyaring apa yang baik dan buruk. Menjunjung budaya sendiri bukan berarti tertutup, tapi mampu mengambil kemajuan tanpa kehilangan jati diri. Di sinilah peran kunci generasi muda.
“Tugas pemuda ganda: lestarikan warisan leluhur, sekaligus kemas budaya agar tetap relevan dengan zaman. Pendidikan karakter berbasis budaya harus diperkuat sejak dini,” pesan Oki.
KESIMPULAN: BUDAYA ADALAH AKAR KEKUATAN
Dari segala sisi, budaya memegang peran vital: bagi pemerintahan ia sumber wibawa; bagi birokrasi ia landasan moral; bagi hukum ia jiwa keadilan; dan bagi ekonomi ia kekayaan nyata.
“Selama kita tetap memegang teguh nilai luhur budaya, Indonesia akan tetap kokoh, berdaulat, dan dihormati dunia. Budaya adalah akar kita. Jika akarnya kuat, badai sebesar apa pun tak akan mampu merobohkan bangsa ini,” pungkas Oki
(red)
