WARUNGKIARA – Pemerintah Kecamatan Warungkiara terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebanyak enam destinasi unggulan dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan terbukanya peluang usaha bagi warga, Jumat (24/7/2026).
Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengatakan enam potensi wisata yang menjadi fokus pengembangan meliputi PLTA Ubrug, Budidaya Ikan Arwana dan Ikan Dewa, Dharmaraja Farm, Gemstone Warungkiara, Arung Jeram Warungkiara, serta Situ Halimun. Masing-masing destinasi memiliki keunggulan tersendiri yang saling melengkapi dalam membangun daya tarik pariwisata di wilayah tersebut.
PLTA Ubrug diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi dan sejarah. Selain memiliki nilai historis sebagai peninggalan masa kolonial Belanda, kawasan ini juga menyimpan jejak perkembangan kelistrikan di Indonesia yang dinilai layak diperkenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan.
Di sektor konservasi, Budidaya Ikan Arwana dan Ikan Dewa menghadirkan wisata edukatif yang mengangkat upaya pelestarian sumber daya hayati. Keberadaan Ikan Dewa atau ikan soro yang tergolong langka menjadi kekayaan alam yang diharapkan semakin dikenal sekaligus tetap terjaga kelestariannya.
Sementara itu, Dharmaraja Farm menawarkan konsep agrowisata berbasis budidaya melon dan berbagai komoditas hortikultura. Destinasi ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi pertanian sekaligus tempat rekreasi keluarga.
Potensi geowisata juga dimiliki Warungkiara melalui Gemstone, berupa batuan alam berkualitas yang telah dikenal hingga pasar internasional. Batuan tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan sebagai ornamen dekoratif untuk berbagai bangunan.
Selain itu, Arung Jeram Warungkiara yang telah lama dikenal sebagai salah satu pelopor olahraga arus deras di Jawa Barat dinilai memiliki peluang besar untuk kembali dikembangkan sebagai ikon wisata andalan Kabupaten Sukabumi.
Adapun Situ Halimun diproyeksikan menjadi destinasi wisata alam terpadu. Pemerintah mendorong pembangunan Bumi Perkemahan tingkat Kabupaten Sukabumi di kawasan tersebut dengan kapasitas sekitar 10.000 peserta. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu meningkatkan aktivitas wisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat sekitar.
Toni Sugiarto mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan pemuda, tokoh masyarakat hingga tokoh agama, untuk bersama-sama mendukung pengembangan sektor pariwisata di Warungkiara.
“Potensi wisata yang kita miliki harus menjadi kekuatan bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak serta peningkatan infrastruktur di kawasan wisata, kami optimistis Warungkiara akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Redaksi
