BIN NUSANTARA JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengaktifkan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, sebagai lokasi baru pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day pada Minggu (7/6/2026). Langkah ini diambil untuk memperluas ruang publik, menekan angka polusi udara, serta memberikan alternatif kawasan sehat bagi warga berolahraga dan beraktivitas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dan berjalan kaki bersama warga menilai, kawasan Kuningan memiliki keunggulan dari segi akses transportasi, kenyamanan lingkungan, dan pemandangan yang mendukung, sehingga berpotensi menjadi ikon baru ruang terbuka di ibu kota.
“Kami baru saja meresmikan lokasi baru HBKB di Rasuna Said atau kawasan Kuningan. Respon masyarakat sangat positif, hampir 96 persen warga yang saya temui berharap kegiatan ini terus berjalan rutin dan berkelanjutan. Saya yakin tempat ini akan menjadi lokasi favorit baru warga Jakarta untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan berinteraksi sosial dengan lebih nyaman,” ujar Pramono.
Kegiatan di sepanjang Rasuna Said berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Guna menjamin kelancaran, Pemprov DKI telah menyiapkan 10 jalur pengalihan arus lalu lintas, empat lokasi parkir luar jalan raya berkapasitas lebih dari 1.900 kendaraan, serta dukungan transportasi umum berupa tujuh rute Transjakarta dan dua jalur LRT. Khusus akses ke Kedutaan Besar Arab Saudi, disiapkan jalur khusus satu lajur, dengan imbauan penggunaan kendaraan ramah lingkungan untuk menuju lokasi tersebut.
Selain sebagai kawasan olahraga, lokasi ini juga dijadikan sarana edukasi lingkungan. Melalui Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum, pemerintah mengajak warga mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Dukungan fasilitas disediakan berupa 30 unit tempat sampah terpilah, truk pengangkut khusus sampah anorganik, serta petugas kebersihan yang bersiaga. Program ini melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah, komunitas lingkungan, hingga pelaku UMKM.
Pramono menegaskan bahwa pemilahan sampah tidak boleh sekadar memenuhi aturan, melainkan harus tumbuh menjadi kebiasaan hidup sehari‑hari warga.
“Aturan ada di Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, namun yang kami harapkan adalah perubahan perilaku. Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari rumah masing‑masing, bukan hanya saat ada kegiatan besar saja. Ini harus jadi gerakan bersama demi Jakarta yang lebih bersih,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, juga hadir dan mengajak generasi muda mengambil peran aktif menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa setiap warga bertanggung jawab atas kondisi lingkungan tempat tinggalnya.
“Kita sering mengeluh soal sampah dan polusi, tapi lupa bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Membuang sampah saja tidak cukup, tapi harus dipilah dengan benar supaya bisa didaur ulang dan bermanfaat kembali. Saya ingin mengajak teman‑teman muda, mari konsisten melakukan hal baik supaya Jakarta benar‑benar bersih dan nyaman,” ucap Cinta.
Menurutnya, keberadaan ruang publik seperti Rasuna Said sangat penting karena tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik warga, tapi juga mempererat hubungan sosial dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan hidup.
(red)
