BIN NUSANTARA SIMALUNGUN – Sebuah kasus penemuan mayat misterius mengundang perhatian pihak kepolisian di Kabupaten Simalungun. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di areal tempat pemakaman umum Kristen, Huta II Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB. Jajaran Polsek Perdagangan, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara segera merespons kejadian tersebut dengan sikap profesional dan tanggap.
Patar Banjarnaor, Kapolsek Perdagangan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar. Menurutnya, tanggapan cepat merupakan bentuk wujud pelayanan Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. “Kami tidak menyia-nyiakan waktu setelah mendapatkan informasi dari warga. Personel segera ditempatkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal dan menangani situasi dengan benar,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi telentang di tengah area pemakaman. Korban tercatat mengenakan kaos oblong warna hitam dan celana jeans panjang hitam. Sampai saat ini, identitas korban belum dapat dipastikan dan menjadi fokus penyelidikan.
Verry Purba, Kasi Humas Polres Simalungun, yang dikonfirmasi pada malam hari yang sama sekitar pukul 23.20 WIB, menjelaskan bahwa kasus ini akan ditangani dengan penuh tanggung jawab. “Polri selalu siap hadir untuk masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk dalam menangani kejadian seperti ini. Saat ini seluruh proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara menyeluruh,” ucapnya.
Dalam penyelidikan awal, pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari dua orang saksi yang berdomisili di Huta III Nagori Marihat Bandar. Mereka adalah Nikson Silitonga (61 tahun), seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Robert Tambunan (53 tahun), wiraswasta.
Nikson Silitonga mengaku terkejut saat mengetahui penemuan tersebut. “Kami tidak menduga adanya hal seperti ini. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di sekitar lokasi pemakaman, lalu tiba-tiba ada korban yang ditemukan,” katanya.
Sementara itu, Robert Tambunan menambahkan bahwa penemuan langsung dilaporkan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. “Kami tidak ragu untuk segera memberitahu pihak kepolisian agar kasus ini bisa ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek bersama Kanit Reskrim IPDA Amri Sitanggang, personel Polsek Perdagangan telah melaksanakan serangkaian langkah kerja yang terstruktur. Antara lain mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi, mendata dan mengumpulkan informasi dari saksi, serta melakukan koordinasi dengan Pangulu Nagori Marihat Bandar dan pihak Puskesmas setempat.
Petugas juga telah melakukan dokumentasi secara rinci terhadap korban dan lokasi kejadian sebagai bagian dari bukti penyelidikan. Kapolsek mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghubungi tim Identifikasi Forensik Individu (Inafis) Polres Simalungun untuk membantu mengklarifikasi identitas korban dan penyebab kematiannya. “Kami sedang menunggu kedatangan tim Inafis. Setelah mereka tiba, diharapkan bisa segera memastikan identitas korban serta mengetahui penyebab pasti kematian. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.
Penanganan kasus ini menunjukkan komitmen Polsek Perdagangan dalam menjalankan tugas dengan profesional, terbuka, dan penuh rasa kemanusiaan. Keberadaan cepat aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa Polri selalu siap memberikan perlindungan dan layanan terbaik.
Kasus penemuan mayat tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas korban atau merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi Polsek Perdagangan.
Melalui langkah-langkah yang diambil, Polsek Perdagangan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Simalungun.
(red)
