BIN NUSANTARA JAKARTA – Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Andi Suvio dan Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Elki Saputra, dua prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Patroli Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile Papua, telah dimakamkan dengan upacara militer yang penuh kehormatan pada Selasa (24/03/2026). Keduanya gugur dalam menjalankan tugas untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Upacara pemakaman Almarhum Andi Suvio berlangsung di TPU Karangasam Bojongjati, Pangandaran, dipimpin oleh Letkol Marinir Muhammad Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla. Acara dimulai dengan persemayaman di kediaman keluarga duka, di mana keluarga dan sesama prajurit mengucapkan selamat jalan terakhir kepada almarhum. Setelah itu, jenazah diberangkatkan ke lokasi pemakaman dengan konvoi yang teratur. Hadir dalam prosesi tersebut adalah keluarga dekat, perwakilan TNI Angkatan Laut, serta pejabat pemerintah daerah yang menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas pengorbanan almarhum.
Sementara itu, prosesi untuk Almarhum Elki Saputra dilaksanakan di Jorong Batang Lapu, Sumatera Barat, dengan dipimpin oleh Letkol Marinir Afrison Taufik dan diikuti oleh pasukan gabungan Komando Daerah Militer Laut (Kodaeral) II. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan keluarga di rumah duka, diikuti pelaksanaan sholat jenazah bersama di Masjid Al Ikhlas. Tahap penting berikutnya adalah penyerahan jenazah kepada negara – sebuah simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama dinas. Setelah prosesi persemayaman selesai, jenazah diberangkatkan ke TPU setempat untuk dimakamkan.
Pada kedua pemakaman, dilakukan serangkaian penghormatan militer yang meliputi pembacaan profil hidup almarhum, apel persada yang menggetarkan hati, penghormatan terakhir dengan menyembahkan bunga, serta tembakan salvo sebagai penghormatan tertinggi bagi prajurit yang telah berkorban. Prosesi dilanjutkan dengan penurunan jenazah ke liang lahat, penimbunan tanah secara bertahap, penaburan bunga oleh keluarga dan pejabat, serta penempatan karangan bunga dari berbagai institusi dan masyarakat yang merasakan kehilangan.
Sebagai bentuk pengakuan negara atas jasa dan pengorbanan kedua prajurit tersebut, masing-masing keluarga menerima cinderamata berupa Bendera Merah Putih yang telah dikibarkan setengah tiang. Selain itu, mereka dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Pratu Marinir (Anumerta). Seluruh rangkaian kegiatan di kedua lokasi berjalan dengan tertib, penuh rasa hormat, dan aman.
Pengabdian yang diberikan oleh kedua almarhum telah melampaui batasan tugas dinas. Mereka telah meninggalkan teladan tentang loyalitas yang tak tergoyahkan dan cinta tanah air yang mendalam bagi seluruh generasi bangsa.(red)
