mediabinnusantara.com
Sukabumi – Isu dugaan permasalahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur MBG wilayah Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi, mendapat tanggapan langsung dari Ketua Yayasan Merah Putih Sukabumi, Muhammad Maulana Aziz. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar dinilai tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Aziz menjelaskan, sejak awal pembangunan dapur MBG, pihak yayasan telah memprioritaskan aspek lingkungan, termasuk penyediaan sistem pengolahan limbah yang memadai. Bahkan, IPAL disebut telah dibangun sebelum dapur mulai beroperasi.
“Sejak awal kami sudah mengantisipasi persoalan limbah. IPAL dibangun sebelum dapur ini beroperasi, dan saya sendiri yang turun langsung mengawal prosesnya,” ujar Aziz.
Ia juga meluruskan terkait beredarnya foto-foto yang dikaitkan dengan dapur MBG Gede Pangrango. Menurutnya, gambar tersebut bukan berasal dari lokasi yang dimaksud, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Foto yang beredar itu bukan dari tempat kami. Sangat disayangkan jika dijadikan dasar untuk menilai kondisi di sini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aziz menyampaikan bahwa pihak yayasan rutin melakukan evaluasi bersama lingkungan sekitar, termasuk Ketua RT dan RW. Evaluasi tersebut dilakukan setiap bulan guna memastikan operasional dapur tetap berjalan sesuai standar, baik dari sisi kebersihan maupun pengelolaan limbah.
“Setiap bulan kami evaluasi bersama RT dan RW. Sampai saat ini tidak ada keluhan dari warga, baik terkait bau, limbah, maupun kebersihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem IPAL yang digunakan mengadopsi metode tanam (underground system), sehingga tidak terlihat secara kasat mata. Hal ini, menurutnya, kerap menimbulkan anggapan keliru bahwa fasilitas tersebut tidak tersedia.
“IPAL kami berada di bawah tanah. Memang tidak terlihat, tapi tetap berfungsi optimal sesuai standar,” tambahnya.
Menanggapi munculnya narasi negatif, Aziz menyayangkan informasi yang beredar tidak melalui proses verifikasi yang menyeluruh. Ia pun membuka ruang bagi masyarakat dan awak media untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Kami sangat terbuka. Silakan datang dan lihat langsung agar informasi yang disampaikan benar-benar objektif,” katanya.
Di sisi lain, Aziz menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan edukatif. Ia berharap pemberitaan tidak hanya berisi kritik, tetapi juga memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.
Menurutnya, program MBG yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan pangan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini membuka lapangan kerja, memberdayakan UMKM, melibatkan supplier lokal, hingga mengolah limbah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi petani dan peternak,” paparnya.
Dengan klarifikasi tersebut, pihak yayasan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga objektivitas dan mendukung program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah menjaga objektivitas dan bersama-sama mendukung program yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
red
