BIN NUDANTARA JAKARTA – Semangat kebersamaan dan penguatan nilai kebangsaan mewarnai kegiatan Halalbihalal dan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (PETISI AHLI). Acara berlangsung khidmat di El Hotel Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (6/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema strategis mengenai “Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia: Antara Kepastian, Keadilan, dan Kemanusiaan”. Selain menjadi wadah silaturahmi lintas profesi pasca perayaan Hari Raya Idulfitri, acara ini juga menjadi forum diskusi krusial dalam menjawab tantangan sistem hukum nasional di era baru.
Acara dipimpin langsung oleh Pembina PETISI AHLI, Komjen Pol. (Purn) Ito Sumardi Djunisanyoto, didampingi oleh Presiden PETISI AHLI, Pitra Romadoni Nasution. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob, Brigjen Pol. Agustri Heriyanto, serta jajaran petisi ahli, narasumber, dan tamu undangan lainnya.
Momentum Refleksi dan Transformasi Hukum
Dalam sambutannya, Komjen Pol. (Purn) Ito Sumardi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum refleksi strategis menyusul pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru dan undang-undang peradilan terkait.
Transisi besar dari sistem hukum warisan kolonial menuju hukum nasional yang berbasis Pancasila ini, menurutnya, membawa tantangan yang tidak mudah. Mulai dari perbedaan interpretasi antar aparat penegak hukum, kesiapan sumber daya manusia, hingga urgensi digitalisasi infrastruktur hukum.
“Diperlukan langkah-langkah sinergis antara lembaga penegak hukum, akademisi, dan praktisi melalui pelatihan terpadu serta evaluasi berkelanjutan. Tujuannya agar perubahan regulasi yang masif ini tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ujar Ito Sumardi.
Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya menghasilkan pemikiran yang konstruktif dan karya nyata, salah satunya melalui penerbitan buku pencerahan hukum.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir gagasan yang memastikan hukum benar-benar berfungsi sebagai alat keadilan sosial yang profesional dan humanis, bukan sekadar instrumen kekuasaan belaka,” tegasnya.
Membangun “Rumah Besar” Penegak Hukum
Sementara itu, Presiden PETISI AHLI, Pitra Romadoni Nasution, menyampaikan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah refleksi serta penguatan komitmen kolektif dalam menghadapi dinamika penegakan hukum di masa depan.
PETISI AHLI didefinisikan sebagai “rumah besar” bagi para akademisi dan praktisi hukum yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Organisasi ini berupaya membuang ego sektoral dengan merangkul seluruh elemen penegak hukum—Polri, Kejaksaan, Advokat, dan Hakim—untuk bersama-sama membangun sistem hukum yang berintegritas dan bermartabat.
“Kami ingin membangun sistem yang tidak hanya sekadar simbol formalitas, tetapi memiliki substansi yang nyata. Melalui sinergi nasional maupun internasional, kami mengajak seluruh insan hukum untuk memiliki keberanian moral memastikan hukum tetap menjadi panglima yang memberikan kepastian serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Pitra.
Kehadiran Brigjen Pol. Agustri Heriyanto selaku Teknisi Jibom Utama Tk.II Korbrimob dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri, khususnya Korps Brimob, dalam mendukung upaya penegakan hukum yang profesional, modern, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan demi kejayaan bangsa dan negara.
(Redaksi)
