Penghormatan Terakhir Prajurit Gugur Dalam Tugas Perdamaian di Lebanon
BANDUNG, 5 APRIL 2026 – Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi upacara pemakaman militer jenazah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (05/04/2026). Hadir dalam upacara tersebut Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI Mar Endi Supardi, beserta sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan tertinggi TNI, memberikan penghormatan terakhir bagi prajurit yang gugur saat mengemban tugas mulia.
Upacara penghormatan ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, sebagai wujud penghargaan tertinggi negara atas dedikasi dan pengabdian almarhum yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam menjaga nama baik bangsa di kancah internasional.
GUGUR SAAT MENGAMAN KONVOI MISI PERDAMAIAN
Dalam keterangannya kepada awak media, Panglima TNI menuturkan bahwa almarhum merupakan bagian dari Kontingen Garuda Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di Lebanon Selatan. Gugurnya pahlawan muda ini terjadi saat melaksanakan tugas pengawalan konvoi dalam rangka mendukung operasi perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Almarhum gugur saat menjalankan tugas suci sebagai prajurit perdamaian. Ia gugur di medan tugas saat mengawal pergerakan pasukan, membuktikan bahwa profesionalisme dan tanggung jawab dijunjung tinggi hingga napas terakhir,” ujar Panglima TNI dengan nada penuh hormat.
Kehadiran para pemangku kebijakan negara turut memperkuat makna penghormatan ini. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menandakan bahwa negara tidak pernah melupakan jasa putra terbaiknya yang telah berkorban demi kehormatan bangsa dan kemanusiaan universal.
WARISAN KEBANGGAAN DAN PENGABDIAN
Pemakaman dengan upacara militer yang penuh tata krama dan kehormatan ini menjadi penutup perjalanan karier yang gemilang. Almarhum tidak hanya dikenang sebagai seorang prajurit yang tangguh, tetapi juga sebagai duta bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian.
Semoga pengorbanan Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar menjadi amal ibadah yang abadi, serta menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dan masyarakat untuk terus mencintai tanah air.
“Kita kehilangan sosok yang luar biasa, namun semangat dan jasanya akan terus hidup dalam sejarah perjuangan bangsa,” tutup keterangan resmi tersebut.(red)
