SUKABUMI — Doni Damara resmi dipercaya memimpin Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bantargadung periode 2026–2029. Ia terpilih melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar di Aula Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/8/2026).
Terpilihnya Doni Damara diharapkan membawa energi baru bagi organisasi kepemudaan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan di Kecamatan Bantargadung.
Usai Muscam, Doni menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusannya akan diarahkan pada penguatan organisasi dan pemberdayaan kader, baik di tingkat kecamatan maupun desa.
Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan. Generasi muda harus memiliki kapasitas, wawasan, serta kemampuan dalam membaca dan merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Program terdekat kami adalah melakukan pemberdayaan kader di tingkat Kecamatan Bantargadung. Kami ingin melakukan restorasi agar pemuda semakin memahami persoalan sosial, kultur, maupun berbagai persoalan lainnya,” ujar Doni.
Ia berharap KNPI Bantargadung dapat menjadi ruang lahirnya generasi muda yang kreatif, berdaya saing, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Doni juga menargetkan kader pemuda dapat mengambil peran lebih luas, termasuk dalam pembangunan daerah maupun berbagai kontestasi politik secara positif, sehat dan konstruktif, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Sukabumi.
Dalam menjalankan roda organisasi, dirinya menilai sinergitas dengan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bantargadung akan terus dibangun.
“KNPI tidak bisa berjalan sendiri. Kami akan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Forkopimcam serta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program kepemudaan,” katanya.
Doni membawa semangat “Bantargadung Mentereng”, yang dimaknainya sebagai spirit untuk menciptakan pemuda yang mentereng, cemerlang dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia pun berkomitmen menjalankan amanah organisasi secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab.
“Insya Allah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Semuanya harus terang dan terbuka sesuai dengan semangat Bantargadung Mentereng,” tegasnya.
Selain memperkuat internal organisasi, KNPI Bantargadung juga akan mendorong keterlibatan pemuda dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa maupun kecamatan.
Menurut Doni, potensi geografis dan sumber daya alam Kecamatan Bantargadung harus mampu diolah menjadi peluang positif bagi generasi muda, khususnya untuk mendorong kreativitas, produktivitas dan kemandirian.
Di sisi lain, sejumlah persoalan sosial yang menyentuh kalangan pemuda turut menjadi perhatian kepengurusan baru, di antaranya kenakalan remaja, pengangguran dan terbatasnya kesempatan kerja.
Untuk merespons persoalan tersebut, Doni berencana menggelar roadshow serta memperluas komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.
“Untuk persoalan pengangguran dan kenakalan remaja, kami akan melakukan roadshow. Kami juga akan bersilaturahmi dengan pihak berwajib agar bersama-sama dapat meminimalisir kenakalan remaja,” ungkapnya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi upaya preventif untuk mencegah keterlibatan generasi muda dalam tawuran maupun berbagai persoalan sosial lainnya.
Doni juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan serta elemen pemuda di tingkat desa dan kecamatan untuk membangun gerakan bersama yang lebih aktif, kreatif dan inovatif.
“Mari kita aktif dan adaptif dalam setiap momentum di Kecamatan Bantargadung. Saya mengajak seluruh elemen pemuda agar lebih signifikan, kreatif dan inovatif untuk mewujudkan Bantargadung yang mubarakah,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2029, KNPI Bantargadung diharapkan mampu menjadi wadah dalam memperkuat kapasitas pemuda sekaligus mendorong generasi muda mengambil peran strategis dalam pembangunan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten Sukabumi.
Asep Lodaya
