BIN NUSANTARA JAKARTA – Suasana aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gedung DPR/MPR RI berubah drastis dari damai menjadi penuh ketegangan, Senin (22/6/2026) sore. Keributan pecah dan bentrokan tak terelakkan, bermula saat sekelompok mahasiswa melakukan aksi pembakaran replika keranda yang disertai pembakaran ban bekas.
Api yang membesar dan menghasilkan asap tebal memaksa petugas kepolisian yang berjaga segera bertindak menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, upaya pemadaman inilah yang memicu kemarahan massa. Personel Sabhara yang membawa tabung pemadam justru menjadi sasaran amukan mahasiswa.
Situasi makin memanas saat aparat lain terpancing dan ikut terlibat saling dorong maupun serang. Pantauan langsung jurnalis Tribunnews, Alfarizy, mencatat insiden serupa terjadi berulang kali, setidaknya lebih dari tiga kali. Meski orator dari atas mobil komando telah berupaya meredam emosi dan meminta massa tenang, serta dilantunkan kalimat syahadat sebagai penyejuk suasana, ketegangan tak mampu dibendung.
Aksi saling lempar botol, dorong‑dorongan, hingga saling tendang pun tak terelakkan. Kepulan asap kuning yang menyembur dari APAR sempat membuat kedua belah pihak bertaburan mencari udara segar di tengah lokasi yang makin semrawut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih belum benar‑benar kondusif. Bentrokan masih terjadi berulang kali, meski sempat ada jeda momen tenang sesaat.
Dalam aksinya hari ini, PB PMII membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:
1. Tegakkan amanat Undang‑undang Pasal 33 secara berdaulat
2. Kembalikan kepercayaan publik
3. Perkuat kemandirian ekonomi nasional
4. Lakukan reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas
5. Reset BGN, bubarkan KDMP, dan sejahterakan guru
Akibat keributan yang terjadi, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Slipi terpaksa lumpuh total dan tidak bisa dilewati kendaraan. Hingga Senin sore, ketegangan masih menyelimuti kawasan parlemen, sementara ratusan petugas bersiaga penuh mengamankan lokasi.(red)
