BIN NUSANTARA MALANG SELATAN – Pantai Baruna, Malang Selatan, menjadi saksi sejarah lahirnya para prajurit pilihan TNI Angkatan Laut. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin langsung Upacara Pembaretan yang mengukuhkan 947 Bintara dan Tamtama Remaja menjadi bagian dari pasukan elit Korps Marinir, Senin (22/6/2026).
Momen penyematan baret ungu ini adalah puncak dari perjalanan panjang dan pengorbanan luar biasa yang telah dilalui para calon prajurit. Bagi Korps Marinir, prosesi ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan momen sakral yang menandai lahirnya para Prajurit Petarung dengan identitas, kehormatan, dan kebanggaan sebagai pasukan pendarat amfibi andalan TNI AL.
Sebelum resmi menyandang lambang kebanggaan tersebut, seluruh peserta didik telah digembleng habis‑habisan selama kurang lebih dua bulan dalam Pendidikan Komando (Dikko). Materi pendidikan dirancang dalam lima tahap utama yang menguji batas kemampuan manusia, mencakup Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, hingga Lawan Gerilya. Semuanya bertujuan menempa fisik sekuat baja, mental tangguh, karakter luhur, serta jiwa kepemimpinan yang matang.
Ujian terberat sekaligus penutup pendidikan adalah Tahap Lintas Medan (Limed). Mereka diwajibkan menempuh perjalanan kaki sejauh 300 hingga 350 kilometer, mulai dari Banyuwangi hingga tiba di lokasi upacara di Malang Selatan. Selama belasan hari, para siswa berjuang melawan alam dan kelelahan sambil membawa perlengkapan tempur lengkap, menaklukkan segala rintangan medan sebagai syarat akhir pengukuhan.
Dalam amanatnya, Pangkormar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada lulusan Pendidikan Komando Angkatan 178 dan 179, Dikmaba XLV Gelombang I dan II, serta Dikmata XLV Gelombang II dan III Kejuruan Marinir TA 2025. Kini mereka resmi bergabung menjadi kekuatan baru Korps Marinir TNI AL.
“Kalian telah membuktikan ketangguhan dengan melewati serangkaian latihan komando khas Marinir yang berat dan menantang selama dua bulan ini. Seluruh proses ini kami rancang untuk memastikan kalian memiliki kesiapan fisik, mental, karakter, dan jiwa pemimpin yang mumpuni. Kalian kini adalah kesatria amfibi yang siap ditempatkan di garda terdepan pertahanan negara,” tegas Pangkormar.
Dengan tersematnya baret ungu di kepala, ke‑947 prajurit ini kini siap meneruskan tradisi keberanian, setia kepada negara, dan menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dengan segenap kemampuan yang dimiliki.(red)
